Efek Membuat Tato Pada Tubuh Bagi Kesehatan

Yakin masih mau bikin tato? Sebelum memutuskan, Anda sebaiknya tahu beberapa efek membuat tato pada tubuh bagi kesehatan Anda.

Dengan begitu, Anda bisa lebih bijak dalam mengambil keputusan, melanjutkan membuat tato, atau tidak.

Efek Membuat Tato Pada Tubuh Bagi Kesehatan

Selain jarum, untuk membuat tato pada tubuh juga menggunakan tinta. Seperti yang telah dibahas sebelumnya, bahwa penggunaan jarum tato yang tidak steril dapat menjadi media penularan beberapa jenis penyakit, misalnya:

  • Hepatitis B
  • Hepatitis C
  • HIV/AIDS
  • Tetanus
  • Sifilis
  • Lepra

Seni tato memang indah untuk dilihat dan diaplikasikan di kulit. Namun, daripada itu, yang lebih penting adalah risiko dibaliknya.

Selain menjadi media penularan penyakit berbahaya seperti di atas, masih ada dampak negatif lainnya dari pembuatan tato pada tubuh. Mau tahu? Berikut ulasannya.

Efek Membuat Tato Pada Tubuh Bagi Kesehatan

Hasil studi yang dilakukan European Chemicals Agency (ECHA) terhadap perwarna pada tinta yang digunakan untuk mentato tubuh ini mengungkapkan, bahwa senyawa atau zat tertentu yang terkandung didalamnya dapat memicu berbagai masalah kesehatan.

Zat atau senyawa pada tinta yang tertimbun dalam kulit ini bisa memicu rasa gatal yang berkepanjangan. Tidak hanya itu, gatal yang muncul juga bisa disertai rasa sakit.

Masih berdasarkan studi dari ECHA, selain menimbulkan rasa gatal yang menyakitkan, tinta yang digunakan untuk melukis tubuh Anda juga bisa menyebabkan kanker.

Studi tersebut menekankan tentang keamanan tinta tato yang akan digunakan oleh pebisnis atau pembuat tato, bukan tempat pembuatan tatonya.

Selain itu, masih ada beberapa gangguan kesehatan lainnya yang dapat dipicu oleh pembuatan tato permanen pada tubuh. Beberapa diantaranya adalah:

1. Keloid.

Salah satu luka yang menonjol pada kulit. Untuk mengatasinya diperlukan penanganan khusus, mulai dari suntik fluorouracil, suntikan kortikosteroid pada keloid, cryotherapy, sampai dengan tindakan operasi.

2. Granuloma.

Benjolan pada kulit yang muncul disekitar kulit yang ditato. Benjolan tersebut bisa berubah menjadi tahi lalat serta menimbulkan masalah selama bertahun-tahun.

3. Meningkatkan risiko infeksi.

Jenis infeksi yang paling umum ditemukan terkait dengan tato adalah yang disebabkan bakteri staphylococcus aureus atau pseudomanas.

4. Mempersulit tes medis.

Anda yang memiliki tato permanen pada tubuh akan kesulitan saat melakukan tes medis berupa MRI. Dikutip dari lifestyle kompas (25/10/2018), tinta yang berbahan dasar metal bisa bereaksi dengan MRI.

Selain bisa menyebabkan bengkak di daerah yang bertato selama proses MRI berlangsung, juga dapat mempengaruhi kualitas hasil pemeriksaan MRI jadi tidak maksimal.

Bagaimana? Masih bersikeras mau mentato tubuh Anda? Kalau saran saya, sebaiknya Anda fikirkan lagi apabila menilik efek atau dampak dari membuat tato lebih banyak negatifnya. Apalagi untuk kesehatan tubuh Anda.

Terima kasih sudah menyimak informasi mengenai efek membuat tato pada tubuh bagi kesehatan di atas. Semoga bisa memberikan manfaat untuk Anda.


 

REKOMENDASI PENGOBATAN

GAMAT EMAS KAPSUL (WG-EK) SOLUSI YANG TEPAT UNTUK MENGATASI PENYAKIT HEPATITIS B DAN GANGGUAN HATI ATAU LIVER LAINNYA SAMPAI TUNTAS DENGAN KEMAMPUAN PENGOBATAN 3 KALI LEBIH CEPAT

Solusi Mengatasi Penyakit Hepatitis B

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*